时间:2026-04-04 12:30:11 来源:网络整理 编辑:olahraga
Jakarta (ANTARA) - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyatakan, siaran Piala Dunia 2026 yang merek KUDAMASQQ
Jakarta (ANTARA) - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyatakan,KUDAMASQQ siaran Piala Dunia 2026 yang mereka tayangkan akan mempunyai efek candu seperti "dracin" atau drama China yang berseliweran di media sosial.
"Itu sama saja seperti kita menonton dracin2 hari, ngga berasa, tahu-tahu sudah nonton seminggu," ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto dalam diskusi yang digelar Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik (RP-LPP), dikutip dari pernyataan resmi, Sabtu.
Menurut Ezki, tayangan Piala Dunia 2026 di TVRI dapat membuat penonton terbuai seperti ketika menyaksikan "dracin", karena alurnya berkelanjutan dan penuh emosi.
Dalam konteks penyiaran Piala Dunia 2026, sentuhan dracin (dracin touch) itu ibaratnya memberikan daya tarik yang membuat publik terus kembali membuka layar TVRI setiap hari selama turnamen berlangsung.
Awalnya, Ezki melanjutkan, mungkin hanya ingin menonton satu pertandingan. Namun karena tayangan berlangsung setiap hari, ritmenya membentuk kebiasaan baru.
"Piala Dunia bukan cuma soal sepak bola. Piala Dunia itu, kan, berlangsung 38 hari, ada 104 pertandingan melibatkan 48 tim. Kalau TVRI selama 38 hari ditonton dua pertiga rakyat Indonesia. Setelah Piala Dunia, pasti orang kembali lagi, tetap kembali ke TVRI," kata Ezki.
Baca juga: TVRI siarkan Piala Dunia 2026, perkuat peran layanan publik
Pandangan senada turut disampaikan oleh pemerhati Penyiaran Publik sekaligus Ketua Pansus RUU Penyiaran 2002, Paulus Widiyanto.
Paulus menilai momentum hak siar Piala Dunia dengan prinsip free-to-air akan memperkuat peluang membangun kembali kebiasaan masyarakat menonton di TVRI.
"Kalau 38 hari masyarakat terus menonton TVRI karena Piala Dunia, itu artinya peluang. Prinsip free-to-airakan menarik perhatian masyarakat untuk kembali menonton di TVRI. Di sana letak kekuatannya," tutur dia.
Diketahui, TVRI kini tengah berbenah dan menyiapkan revitalisasi program agar siarannya semakin relevan dan diminati. Langkah itu diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan serta kebanggaan publik terhadap Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni-19 Juli di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Di Indonesia, seluruh pertandingan turnamen akbar sepak bola dunia itu akan ditayangkan oleh TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
Baca juga: TVRI modernisasi penyiaran demi hadirkan Piala Dunia ke pelosok negeri
Baca juga: TVRI berkomitmen gerakkan ekonomi nasional melalui Piala Dunia 2026
Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 22026-04-04 12:30
Milo sebut Persis butuh satu permainan terbaik untuk menang2026-04-04 11:50
Libas Persebaya 52026-04-04 11:26
Thailand hancurkan Malaysia, antar Indonesia lolos ke semifinal2026-04-04 11:01
41 pemain dipanggil untuk skuad sementara hadapi FIFA Series 20262026-04-04 10:56
Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama2026-04-04 10:48
Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng2026-04-04 10:40
Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat2026-04-04 10:33
Beckham Putra doakan Febri Hariyadi segera pulih dari cedera2026-04-04 10:28
Iran klaim gelombang serangan ke2026-04-04 10:21
PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang2026-04-04 12:25
Prabowo sebut sikap non2026-04-04 12:04
Persik Kediri yakin bisa bobol gawang Persib di GBLA2026-04-04 11:56
Skuad Garuda untuk FIFA Series tunjukkan sikap realistis pelatih2026-04-04 11:37
Bahlil akan beri insentif konversi motor bensin jadi listrik2026-04-04 11:02
Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol2026-04-04 10:58
Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 20262026-04-04 10:31
PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series2026-04-04 10:13
Jadwal Super League pekan 25: Persib jamu Persik, Borneo vs Persebaya2026-04-04 10:12
Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo2026-04-04 10:00